Bimbingan Belajar SD, SMP & SMA - Program KKN UNY 2020 Desa Klandaran

Desa Klandaran, [24-9-2020]. Desa Klandaran, menjadi salah satu desa dari banyak desa yang dijadikan tempat pelaksanaan Program Kuliah Kerja  Nyata yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2020. Di Desa tersebut, Mahasiswa KKN UNY Tahun 2020 melakukan banyak program yang bermanfaat salah satunya adalah Bimbingan Belajar untuk Siswa dari Tingkat SD, SMP, dan SMA.

Mahasiswa KKN 2020 turut membantu masyarakat Desa Klandaran yang berada di tingkat  pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Pada saat perkenalan dan presentasi program kerja KKN UNY 2020 kepada perwakilan warga di Balai Pertemuan Desa Klandaran tanggal 19 Juli 2020, mahasiswa KKN UNY menyampaikan pada pertemuan tersebut bahwa akan diadakan kegiatan bimbingan belajar tersebut, untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Desa Klandaran yang masih belajar di tingkat SD hingga SMA.


Mahasiswa KKN UNY yang terdiri dari 5 orang mengumpulkan anak-anak  yang akan dibimbing. Karena sebelumnya sudah diumumkan saat pertemuan dengan perwakilan warga desa, pada tanggal 26 Juli 2020 sebagai awal kegiatan bimbingan belajar tersebut sudah banyak anak-anak dari tingkat SD hingga SMA yang datang untuk belajar.

Bimbingan belajar diawali dengan perkenalan kakak-kakak mahasiswa dan dilanjut dari siswa-siswi warga Desa Klandaran, kemudian kegiatan bimbingan belajar dimulai yaitu memahamkan materi belajar yang disampaikan oleh sekolah kepada siswa agar lebih paham, mahasiswa KKN UNY juga memberikan latihan soal untuk mengetes pemahaman siswa dan juga membantu penyelesaian tugas sekolah disertai penjelasannya. 

Pada pertemuan pertama tersebut, disampaikan bahwa kegiatan bimbingan belajar secara tatap muka akan dilaksanakan setiap hari minggu di rumah Pak Budi atau rumah Mbak Kartika salah satu anggota KKN UNY yang beralamat juga di Desa Klandaran. Kegiatan bimbingan belajar untuk siswa SD hingga SMA masyarakat Desa Klandaran tersebut menurut rencana mahasiswa KKN akan berlangsung hingga tanggal 27 September 2020 menjelang akhir Program KKN UNY 2020 Desa Klandaran.

Dokumentasi kegiatan :




Share:

Mengajar Ngaji - Program KKN UNY 2020 Desa Klandaran

Desa Klandaran, [3-9-2020]. Desa Klandaran, menjadi salah satu desa dari banyak desa yang dijadikan tempat pelaksanaan Program Kuliah Kerja  Nyata yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2020. Di Desa tersebut, Mahasiswa KKN UNY Tahun 2020 melakukan banyak program yang bermanfaat salah satunya adalah Mengajar Ngaji di TPA Al Fiyyah Masjid At Taqwa Desa Klandaran.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 2020 turut membantu dalam kegiatan mengajar ngaji yang sebelumnya sudah dilaksanakan di TPA Al Fiyyah Masjid At Taqwa Desa Klandaran. Setelah meminta izin kepada Ketua Takmir Masjid Desa Klandaran yaitu Pak Imam Suwardi, mahasiswa KKN UNY kemudian meminta izin kepada Guru Ngaji yang ada di TPA tersebut yaitu Pak Joko dan Bu Joko.

Kegiatan berawal dari tanggal 24 Juli 2020, mahasiswa KKN UNY mulai membantu kegiatan mengajar ngaji di TPA Al Fiyyah tersebut, kegiatan mengaji dibagi menjadi 2 yaitu untuk santri putra dan santri putri, sehingga mahasiswa KKN UNY yang terdiri dari putra dan putri membagi tugas juga untuk membantu mengajar ngaji santri putra dan santri putri tersebut. 

Kegiatan Mengajar Ngaji di TPA Al Fiyyah Masjid At Taqwa Desa Klandaran dilaksanakan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat, di sore hari setelah Ibada Sholat Ashar sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang maghrib. Namun, mahasiswa KKN UNY membantu kegiatan tersebut di hari senin dan jumat saja karena hari rabu bersinggungan dengan kegiatan Praktik Kependidikan di sekolah hingga sore.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNY turut membantu kegiatan mengajar ngaji dengan membantu kegiatan membaca Al-Quran, mengajari hafalan Asmaul Husna, menceritakan kisah-kisah Nabi, dan kegiatan positif lainnya. Kegiatan mengajar ngaji tersebut menurut rencana mahasiswa KKN akan berlangsung hingga tanggal 28 September 2020 menjelang akhir Program KKN UNY 2020 Desa Klandaran.

Dokumentasi kegiatan :




 





 

Share:

Peringatan Hari Raya Qurban Desa Klandaran


Klandaran, [31-7-2020]. Desa Klandaran turut memperingati  Hari Raya Umat Islam yaitu Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 M. Meskipun dalam kondisi Pandemi Covid 19 seperti ini, dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan, Warga desa Klandaran tetap menjalankan Ibadah Sholat Ied dengan menggunakan masker dan membawa alat ibadah sendiri. Sholat Ied dilakukan di Masjid At Taqwa Desa Klandaran dan sekitarnya dengan tetap berjaga jarak sesuai dengan Intruksi menjaga protokol kesehatan.  

Selepas menjalankan Ibadah Sholat Ied, semua warga kembali ke rumah masing-masing untuk merayakan Hari Raya tersebut bersama keluarganya. Kemudian pada pukul 08.00 WIB, beberapa warga Desa Klandaran yang bertugas sebagai Panitia Qurban datang ke Lingkungan Masjid At Taqwa Desa Klandaran untuk mengadakan Ibadah Qurban dari warga Desa Klandaran.

Panitia Qurban dibentuk oleh Takmir Masjid Desa Klandaran yang terdiri dari sekitar 20 orang dari warga Desa Klandaran. Pada Hari Raya Qurban tahun ini, jumlah binatang Qurban yaitu 9 ekor kambing dan 2 ekor sapi yang dilakukan di Lingkungan Masjid At Taqwa Desa Klandaran. Penyembelihan dan Pengurusan Qurban tersebut cukup dilakukan oleh Panitia Qurban yang sudah ditentukan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN yang beranggotakan 5 orang turut membantu. 2 orang mahasiswa membantu proses penyembelihan, pemotongan, dan pembagian daging Qurban untuk masyarakat Desa Klandaran. Sementara itu, tiga mahasiswi lainnya membantu kegiatan memasak daging Qurban di dapur. Proses penyembelihan dan pemotongan daging Qurban selesai sekitar ba'da ashar kemudian dilanjutkan pembagian daging.

Dokumentasi kegiatan :






 

Share:

Potensi Desa Klandaran, Ngombol, Purworejo

Desa Klandaran merupakan desa yang memiliki wilayah persawahan yang cukup luas, sehingga masyarakat desa memanfaatkan hal tersebut untuk menjadikan persawahan tersebut sebagai pusat pencahariannya. Mayoritas masyarakat Desa Klandaran menjadi petani di persawahannya.  Mereka menanami persawahannya tersebut dengan tanaman palawija salah satunya tumbuhan kacang hijau, padi, dan jagung. 
 
Persawahan Desa Klandaran sendiri lebih dari 3 hektare yang menjadikannya dapat dimanfaatkan oleh banyak warga desanya. Masyarakat Desa Klandaran biasanya bergiliran dalam menanami persawahan tersebut mengikuti musimnya, karena setiap tanaman memiki karakteristiknya masing-masing.Untuk tanaman padi, biasanya petani padi di Desa Klandaran dapat memanennya 2 kali dalam setahun. Ketika musim menanam jagung, biasanya petani jagung di Desa Klandaran dapat memanennya 1 kali dalam setahun. Dan saat ini, masyarakat Desa Klandaran mulai mengembangkan tumbuhan kacang hijau.   
 
Di samping itu, selain potensi Desa Klandaran di bidang pangan, Desa Klandaran sendiri juga memiliki potensi di bidang olahraga. Desa Klandaran memiliki lapangan voli yang cukup bagus dan standar untuk digunakan dengan perlengkapan yang cukup lengkap terlebih beralaskan pasir-pasir sehingga kemampuan para pemainnya menjadi lebih meningkat. Desa Klandaran juga memiliki satu buah lapangan bulu tangkis dengan alas batu bata yang sudah di cat layaknya lapangan tingkat nasional.
 
Potensi Desa Klandaran tersebut dapat ditingkatkan agar Desa Klandaran dapat berkembang dan mampu bersaing terutama di bidang olahraga ketika ada event tingkat kecamatan atau mengikuti event tingkat kabupaten. Dari bidang pangan sendiri masyarakat Desa Klandaran juga dapat menghasilkan hasil pangannya sendiri dari persawahan yang dimiliki Desa tersebut.

Potensi Olahraga :

 

Potensi Persawahan :

 

Share:

Kondisi Geografis Desa Klandaran, Ngombol, Purworejo

Desa Klandaran merupakan salah satu desa dari 57 Desa yang ada di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Desa Klandaran memiliki Kode Pos 54172 dan Kode Wilayah Administrasi : 33.06.02.2031. Desa Klandaran menjadi salah satu Desa yang cukup terkenal di Ngombol karena letaknya yang berada di samping Jalan Utama Purwodadi – Grabag. Sehingga orang yang melewati jalan tersebut dapat langsung melihat gapura masuk Desa Klandaran tersebut.

 

Desa Klandaran sudah terbentuk cukup lama sekitar tahun 1945 dan dengan berbagai sejarahnya sudah terjadi beberapa kali pergantian Kepemimpinan atau Kepala Desa yaitu sebagai berikut :

Tahun ( 1945 – 1974 ) Ronontono dan Tuwarno sebagai Sekretaris Desa dan diganti Sunarto

Tahun ( 1974 – 1990 ) Haryoto, Sp dan Sunarto sebagai Sekretaris Desa

Tahun ( 1990 – 1998 ) Parmono dan Tugimin sebagai Sekretaris Desa

Tahun ( 1998 – 2007 ) Sumino  dan Tugimin sebagai Sekretaris Desa

Tahun ( 2007 – 2019 ) Suharno dan Tugimin sebagai Sekretaris Desa

Tahun ( 2019 – sekarang ) Gatot Sanyoto dan Heru Saptono sebagai Sekretaris Desa

Desa Klandaran tersebut bisa dibilang cukup strategis, yaitu diapit oleh desa lain dan juga persawahan yang juga menjadi faktor pancaharian warga desa klandaran. Batas-batas Desa Klandaran adalah sebagai berikut :

Batas Timur : Desa Brian

Batas Selatan : Sawah

Batas Barat : Desa Susuk

Batas Utara : Desa Jombang

Berikut merupakan letak Desa Klandaran : Letak Desa Klandaran 

 

Sumber :

Website Kecamatan Ngombol, Purworejo

Koordinat Desa Klandaran, Google Maps
Share:

Sejarah Desa Klandaran, Ngombol, Purworejo


Pada zaman dahulu, menurut cerita turun temurun sampai menjadi legenda, khususnya bagi masyarakat Desa Klandaran. Ada seseorang dengan nama yang tidak dikenal secara pasti, ia merupakan seorang yang melarikan diri dari kerajaan Majapahit dan menyamar menjadi buruh atau suruhan orang, dan dikenal dengan nama Ki Glidik. Ki Glidik memiliki kesaktian sehingga mudah menjadi terkenal dan menjadi pimpinan masyarakat setempat. Singkat cerita pada suatu hari terdapat sebuah acara pembagian wilayah kekuasaan di antara pimpinan masyarakat setempat, dan pada waktu pembagian wilayah kekuasaan Ki Glidik sedang bepergian untuk menyalurkan kesenangannya beradu burung gemak dan ayam jago. Begitu pulang, Ki Glidik belum tahu kalau ada pembagian wilayah kekuasaan, namun pembagian wilayah belum selesai dan Ki Glidik belum mendapatkan wilayah sedikitpun. Ki Glidik saat itu sedang kelelahan dan akhirnya tertidur di bawah pohon ndaru. Teman-temannya meras kasihan dan membangunkan Ki Glidik lalu ditawari untuk mendapatkan wilayah dengan cara membakar hutan, dengan kesepakatan luas wilayah kekuasaan Ki Glidik adalah seluas kumbul geni (seluas hasil pembakaran wilayah tersebut).

Ki Glidik mulai membakar hutan tersebut dimulai dari pohon ndaru tempat Ki Glidiik tidur. Api melalap hutan tersebut dari arah barat (kulon) ke timur. Setelah api padam, maka luas hasil pembakaran itu menjadi luas wilayah kekuasaan Ki Glidik. Kemudian Ki Glidik berkata “Kelak wilayah ini akan menjadi wilayah yang makmur, dan akan kuberi nama KULONDARUAN UMBUL GENI”. Karena titik awal pembakaran yaitu di sebelah barat (kulon) tepat pohon ndaru.

Kemudian pada suatu hari Ki Glidik meninggal dunia lalu dimakamkan tepat di bekas pohon ndaru. Semakin hari nama wilayah KULONDARUAN UMBUL GENI berubah menjadi KLANDARAN. Hingga saat ini makam Ki Glidik diabadikan sebagai pepunden di Desa Klandaran, dan Ki Glidik lebih dikenal dengan nama Ki Bagus Glidik atau Mbah Kulon Ndoro Umbul Geni.

Pada masa penjajahan Belanda, saat Belanda berkuasa di Indonesia, Desa Klandaran dijadikan satu dengan Desa Susuk dan Desa Mendiro, dengan maksud untuk mempermudah Belanda dalam proses pengawasan, gabungan ketiga desa tersebut lalu diberi nama MANGUNREJO. Namun setelah Negara Republik Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 Desa Klandaran mulai berdiri sendiri dengan Pemerintahan yang berdaulat sampai saat ini.


Share:

Cari di Blog